Siap-Siap Masuk Penjara Kalau Berani Melawan Hukum Ganjil Genap

Siap-siap Masuk Penjara Jika Berani Melawan Aturan Ganjil Genap- Kemarin, 1 Agustus 2018, sudah mulai diberlakukan sistem ganjil genap di sejumlah jalan wilayah DKI Jakarta. Adanya sistem ini menciptakan pemilik kendaraan berani berbuat licik dengan merekayasa pelat nomor kendaraan semoga sesuai dengan tanggal ada hari itu.

Banyaknya kecurangan yang dilakukan para pemilik kendaraan menciptakan Royke Lumowa, selaku Kepala Korlantas Polisi Republik Indonesia Irjen Pol naik pitam. Royke menegasakan, bahwa menjiplak pelat nomor termasuk pelanggaran berat, dan sanggup masuk penjara.

 

Aturan dan Sanksi Penggunaan Pelat Nomor

Penggunaan pelat nomor pada kendaraan itu sendiri sudah diatur dalam UU No.22 Tahun 2009 wacana Lalu Lintas dan angkutan Jalan pada pasal 68, yang berbunyi:

1. Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan wajib dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor.

2. Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat data Kendaraan Bermotor, identitas pemilik, nomor pendaftaran Kendaraan Bermotor, dan masa berlaku.

3. Tanda Nomor Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat instruksi wilayah, nomor registrasi, dan masa berlaku.

4. Tanda Nomor Kendaraan Bermotor harus memenuhi syarat bentuk, ukuran, bahan, warna, dan cara pemasangan.

5. Selain Tanda Nomor Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (3) sanggup dikeluarkan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor khusus dan/atau Tanda Nomor Kendaraan Bermotor rahasia.

6. Ketentuan lebih lanjut mengenai Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor diatur dengan peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

siap Masuk Penjara Jika Berani Melawan Aturan Ganjil Genap Siap-siap Masuk Penjara Jika Berani Melawan Aturan Ganjil GenapSelain itu, wacana Tanda Nomor Kendaraan Bermotor juga terdapat pada Pasal 39 ayat (5) Perkapolri 5/2012 yang berbunyi:

a. TNKB yang tidak dikeluarkan oleh Korlantas Polri, dinyatakan tidak sah dan tidak berlaku.

Artinya, pelat nomor kendaraan yang dipalsukan (tidak dikeluarkan oleh Korlantas Polri) merupakan pelat nomor kendaraan yang tidak sah dan tidak berlaku. Sehingga masuk dalam kategori pelanggaran dan sanggup ditindak lanjuti.

OtoFreakers, jangan berani-berani menjiplak pelat nomor ya. Lebih baik kena tilang dan membayar denda Rp500 ribu, daripada masuk penjara!

Untuk gosip menarik lainnya, silakan klik di sini!